RACHMAN NUGERAHA KETUA HARIAN KATAR KAB BOGOR, PAPARKAN OPTIMALISASI PERAN KATAR SEBAGAI MITRA STRATEGIS PEMDA DI JAMBORE ORMAS 2026
CISARUA, InteraksiNews.com – Jambore Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor di Hotel Bayak & Resort, Jl. Raya Puncak Km.77 No.55, Desa Cilember, Kec. Cisarua, Kab. Bogor, pada Selasa s.d Rabu, 29 s.d 30 September 2026, menghadirkan narasumber penting dari Karang Taruna.
Hadir sebagai narasumber kedua, Ketua Harian Karang Taruna Kabupaten Bogor – Rachman Nugeraha, S.H., M.H., membawakan materi strategis berjudul “OPTIMALISASI PERAN KARANG TARUNA SEBAGAI MITRA STRATEGIS PEMDA DALAM PEMBANGUNAN KABUPATEN BOGOR”.
Kegiatan Jambore Ormas ini diikuti 100 orang peserta dari 50 Ormas se-Kabupaten Bogor, berdasarkan Surat Undangan No: 000.1.5/1216/Bakesbangpol-2026 tanggal 17 September 2026 yang ditandatangani Kepala Bakesbangpol Kab. Bogor Ferdinando Selmi Pardede, S.IP, M.AP.
Dalam pemaparannya, Rachman Nugeraha yang juga merupakan Advokat & Legal Consultant, Direktur Utama CV. MAVARA, dan lulusan S1 & S2 Universitas Pakuan Bogor, menjelaskan secara komprehensif tentang dasar hukum, sejarah, hingga strategi optimalisasi Karang Taruna.
Dasar Hukum Karang Taruna yang dipaparkan meliputi:
UU No.11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, UU Desa No.6 Tahun 2014 Jo No.3 Tahun 2024, Permensos No.25 Tahun 2019 Jo No.9 Tahun 2025, Permendagri No.18 Tahun 2018, serta Perda Kab. Bogor No.9 Tahun 2011 & No.7 Tahun 2016.
Ia juga mengulas sejarah bahwa Karang Taruna lahir pada 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta, yang diprakarsai oleh H. Ghazali sebagai wadah kepedulian pemuda terhadap masalah sosial di masyarakat.
Adapun 6 Strategi Optimalisasi Peran Karang Taruna yang dipaparkan di hadapan 50 Ormas tersebut adalah:
1. Revitalisasi Kelembagaan & pelatihan manajemen organisasi agar Karang Taruna di tingkat desa/kelurahan kembali aktif dan profesional.
2. Peningkatan Kompetensi hard skills & soft skills pemuda sesuai kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Bogor.
3. Digitalisasi Data Pemuda untuk memetakan potensi ekonomi dan sosial secara akurat.
4. Ekonomi Kreatif & UMKM sebagai motor penggerak, mendorong produk lokal Kabupaten Bogor agar go-digital.
5. Penanganan Masalah Sosial, menjadikan Karang Taruna sebagai relawan bencana, pendamping jaminan sosial, serta garda terdepan pencegahan tawuran pelajar dan narkoba.
6. Pembangunan Berbasis Desa yang selaras dengan RPJMDes dan program prioritas desa.
Rachman menegaskan, Model Kemitraan Strategis yang ideal adalah Pemda sebagai fasilitator (memberikan regulasi, pembinaan, dan dukungan anggaran melalui hibah, Bantuan Keuangan/Bankeu, dan Dana Desa) sedangkan Karang Taruna sebagai eksekutor lapangan, inovator program, penyuara aspirasi pemuda, dan kontrol sosial yang konstruktif.
Kehadiran 2 perwakilan dari masing-masing 50 Ormas yang diundang dengan seragam kebanggaan masing-masing, terlihat sangat kompak menjadi bukti nyata sinergitas ormas dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan UMKM di Kabupaten Bogor.
Melalui Jambore Ormas 2026 di Hotel Bayak & Resort Cilember ini, diharapkan silaturahmi dan sinergitas 50 Ormas semakin solid dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bogor menuju "Bogor Istimewa".
*Penulis: Jhon M*
*Editor: Redaksi*
Komentar
Posting Komentar