Kadis Pendidikan Tapsel Bungkam di Tengah Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah


Tapanuli Selatan – InteraksiNews - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, hingga kini belum memberikan tanggapan terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di wilayahnya. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon pada Rabu (25/2/2026) tidak membuahkan hasil.

Informasi yang dihimpun Interaksi News menyebut adanya oknum ASN berinisial N yang diduga berperan sebagai “pengepul” uang dari sejumlah guru yang berminat menduduki jabatan kepala sekolah. Nilai uang yang diminta diduga mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta, bahkan disesuaikan dengan jumlah siswa di sekolah tujuan.

Sumber di lapangan mengatakan bahwa sejumlah guru dan Plt kepala sekolah merasa resah karena hingga tahun 2026 belum ada pelantikan kepala sekolah definitif, meski uang telah diserahkan pada tahun 2025. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan integritas proses pengangkatan jabatan di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Divisi Monitoring Trisakti, Elvan Efendi, menyebut pihaknya telah melayangkan surat klarifikasi kepada Dinas Pendidikan dan tembusan ke Bupati Tapanuli Selatan. “Kami ingin memastikan proses pengangkatan kepala sekolah berlangsung adil dan sesuai mekanisme,” kata Elvan.

Bungkamnya Kepala Dinas Pendidikan menimbulkan spekulasi publik mengenai kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal atau tekanan eksternal dalam proses pengangkatan kepala sekolah.

Sementara itu, oknum ASN berinisial N yang diduga pengepul uang selalu memblokir nomor wartawan. Hingga saat ini, belum ada langkah tegas dari aparat pengawasan internal pemerintah maupun penegak hukum. 

Dugaan ini menimbulkan sorotan terhadap tata kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, terutama dalam menerapkan sistem merit dan menjaga kredibilitas pendidikan daerah. (Jc)

Komentar