Ironi Jalan Al-Fathu Soreang: Banner Larangan Terpampang, Sampah Tetap Menumpuk



BANDUNG – interaksinews.com - Pemandangan tak sedap terlihat di sepanjang Jalan Al-Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pinggir jalan yang semestinya bersih  ruang justru  banyak sampah (7/8/2026).

Ironisnya, di lokasi tersebut telah terpampang banner berukuran cukup jelas dengan tulisan “DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI.” Namun, larangan tersebut tampaknya belum membuat sebagian orang mengurungkan niat membuang sampah sembarangan.

Kondisi ini bukan persoalan baru. Seorang warga yang menjalankan usaha di sekitar lokasi menyebut, keberadaan sampah di pinggir Jalan Al-Fathu sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Sudah bertahun-tahun seperti ini,” kata warga tersebut.

Kondisi itu semakin disayangkan karena Jalan Al-Fathu merupakan salah satu akses menuju kawasan wisata Ciwidey yang banyak dilalui masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.


Tumpukan sampah di tepi jalan tentu bukan sekadar persoalan estetika. Selain mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan, sampah yang dibiarkan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat dan berbagai hama, serta mencoreng wajah kawasan yang menjadi salah satu jalur menuju destinasi wisata Kabupaten Bandung.

Tidak cukup hanya memasang benner larangan

Keberadaan banner larangan sebenarnya menunjukkan bahwa persoalan tersebut telah diketahui. Namun, tanpa pengawasan dan penanganan yang konsisten, papan peringatan berpotensi hanya menjadi pajangan.

Masyarakat pun mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap lokasi yang selama bertahun-tahun diduga kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

Pemerintah Kabupaten Bandung diharapkan tidak hanya memasang imbauan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret. Pengawasan di titik rawan pembuangan liar, hingga penindakan terhadap pihak yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Persoalan kebersihan di Jalan Al-Fathu juga menjadi ujian terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga wajah Kabupaten Bandung, terlebih kawasan tersebut menjadi salah satu jalur menuju kawasan wisata Ciwidey.

Jangan sampai masyarakat dan wisatawan justru mendapatkan kesan bahwa pinggir jalan adalah tempat buang sampah sementara tulisan larangan hanya menjadi hiasan di tengah tumpukan-tumpukan sampah. ***

Komentar