TANJAB BARAT - interaksNews.com - Kondisi sarana dan prasarana di SD 048 Suban, Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi perhatian. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, sekolah tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari fasilitas toilet yang tidak memadai hingga belum tersedianya ruang UKS dan perpustakaan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kondisi toilet di SD 048 Suban cukup memprihatinkan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, siswa terpaksa harus menumpang menggunakan fasilitas toilet di masjid.
Persoalan tidak berhenti pada sanitasi. Sekolah juga masih mengalami kekurangan mobiler, sementara ruang UKS dan perpustakaan hingga kini belum tersedia.
Padahal, keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian penting dalam menunjang proses pendidikan yang layak dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, serta nyaman bagi para siswa.
Di sisi lain, kondisi ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar disebut masih cukup memadai.
Kepala Sekolah Dilema Menyampaikan Keluhan
Persoalan lain yang muncul justru berkaitan dengan bagaimana pihak sekolah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pemerintah.
PLT Kepala sekolah SD 048 Suban Endang saat di Konfirmasi menyebutkan kami ini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, kebutuhan fasilitas sekolah harus disampaikan agar mendapatkan perhatian dan solusi.
Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran apabila terlalu vokal menyampaikan berbagai kekurangan sekolah justru berdampak terhadap posisi maupun dukungan yang diterima.
Kekhawatiran tersebut bahkan dikaitkan dengan pengalaman sebelumnya, di mana kepala sekolah yang terlalu vokal menyampaikan persoalan disebut berpotensi mengalami mutasi atau pergantian jabatan," Ujarnya Jumat (04/09)
Jika kondisi ini benar terjadi, tentu menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian. Kepala sekolah semestinya memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi riil sekolah secara terbuka, terutama jika menyangkut kebutuhan dasar peserta didik.
Proposal Bantuan Sudah Diajukan
Untuk memenuhi kebutuhan toilet, pihak sekolah disebut telah berupaya mencari solusi dengan mengajukan proposal bantuan kepada Karang Taruna.
Proposal tersebut telah disampaikan dengan harapan ada pihak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan fasilitas sanitasi sekolah.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa pihak sekolah tidak hanya menunggu alokasi anggaran pemerintah, tetapi juga berusaha mencari sumber dukungan lain.
Namun, pertanyaannya, sampai kapan siswa harus belajar dalam kondisi fasilitas sanitasi yang belum memadai?
Dinas Pendidikan Dituntut Hadir
Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan juga diharapkan tidak hanya menuntut kepala sekolah untuk berkreasi dan berinovasi dalam memenuhi kebutuhan sekolah.
Inovasi memang diperlukan. Namun, fasilitas dasar seperti toilet, UKS, perpustakaan dan mobiler tetap membutuhkan perhatian serta intervensi pemerintah, khususnya ketika sekolah berada dalam kondisi keterbatasan.
Terlebih, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan pelayanan pendidikan berjalan secara layak dan merata.
Dinas Pendidikan sendiri diketahui tengah menjalankan program Bupati dengan anggaran sekitar Rp 6.2 miliar dari APBD untuk pengadaan seragam sekolah tahun ini.
Program tersebut tentu patut diapresiasi. Namun di tengah besarnya anggaran yang dikucurkan untuk sektor pendidikan, kondisi sekolah seperti SD 048 Suban juga layak menjadi perhatian.
Jangan sampai pembangunan pendidikan hanya terlihat dari program yang besar secara anggaran, sementara kebutuhan paling mendasar di sejumlah sekolah masih terabaikan.
Kini, perhatian publik tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya Dinas Pendidikan: akankah persoalan fasilitas dasar SD 048 Suban segera mendapatkan solusi, atau siswa dan pihak sekolah masih harus menunggu? (YS)
Komentar
Posting Komentar