Rp.669 MILIAR DIGELONTORKAN, JALAN CILEUNGSI-CIBEET MALAH JADI KUBANGAN NERAKA! WARGA TERJEBAK BERJAM-JAM, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?
BOGOR, Interaksinews.com || Fantastis! Anggaran jumbo Rp669 Miliar digelontorkan untuk proyek peningkatan Jalan Cileungsi - Cibeet, Kabupaten Bogor. Namun faktanya, proyek prestisius milik UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas PUPR Jawa Barat itu justru berubah menjadi mimpi buruk bagi warga!
Pantauan di lapangan, Sabtu (19/9/2026), kondisi jalan yang menghubungkan Bogor - Bekasi - Cikarang - Cibeet itu hancur lebur. Galian menganga di kiri kanan jalan, material proyek berserakan, lumpur setinggi mata kaki, dan antrean kendaraan mengular hingga berkilo-kilometer.
Ironisnya, di papan proyek yang terpasang di lokasi, tertera jelas nilai anggaran ratusan miliar dengan target selesai tahun 2024. Namun hingga September 2026, jalan masih amburadul!
WARGA TERJEBAK, MOTOR AMBRUK, MOBIL TERPEROSOK!
"Setiap hari kami terjebak! Mau berangkat kerja jam 5 subuh saja sudah macet, motor saya dua kali terperosok lumpur. Debunya kalau kering bikin sesak, kalau hujan jadi kolam. Rp669 Miliar kemana?" keluh Ujang (45), warga Cileungsi, dengan nada geram.
Foto di lokasi yang diterima redaksi menunjukkan pemandangan miris. Sebuah tembok penahan tanah baru setengah jadi, tanah longsor menutupi badan jalan, karung-karung material ditumpuk sembarangan, bahkan truk pengangkut material parkir di tengah jalan.
Akses warga menuju Jonggol, Cariu, hingga Cianjur pun lumpuh total. Ambulans, anak sekolah, pedagang pasar, semua jadi korban.
DIDUGA MINIM PENGAWASAN, MANAJEMEN LALU LINTAS BURUK!
Warga menuding lemahnya pengawasan dari UPTD dan Dinas PUPR Jabar serta kontraktor pelaksana.
1. "Tanpa Manajemen Lalu Lintas": Tidak ada petugas yang mengatur, tidak ada jalan alternatif yang layak.
2. "Pengerjaan Asal Jadi" : Drainase tidak berfungsi, galian dibiarkan terbuka tanpa rambu.
3. "Molor Bertahun-tahun" : Target 2024 lewat, tapi progres masih berantakan.
"Jangan sampai anggaran Rp669 Miliar hanya jadi bancakan! Kami minta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Bupati Bogor, dan Kepala Dinas PUPR turun langsung! Jangan hanya duduk di kantor!" tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD PJJ Wilayah I dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
"_Siapa yang harus bertanggung jawab atas penderitaan warga Cileungsi-Cibeet? Apakah Rp669 Miliar itu benar-benar untuk rakyat atau hanya untuk...?"_
Penulis: Jhon M
Editor: Redaksi
Komentar
Posting Komentar