Pangandaran, InteraksiNews com di tengah keluh kesah warga yang mulai kesulitan mendapatkan Air Bersih akibat kekeringan yang melanda sembilan kecamatan di kabupaten pangandaran Rencana penyelenggaraan karnaval dalam Rangka Milangkala kabupaten yang ke 14 Justru semakin mendekat hal ini memantik pertanyaan keras dari masyarakat manakah yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah saat ini ?
Polemik milangkala kabupaten pangandaran tahun 2026 ternyata belum mereda Sebelumnya publik di gaduhkan oleh beredarnya surat imbauan pengumpulan infak dan sedekah kepada ASN dengan nominal yang serba '14 ' mulai dari RP 14 ribu hingga RP ,1,4 Juta Surat Sekertariat Daerah Kabupaten pangandaran Nomor 13/ 000 / 3056 / SETDA 2026 tertanggal 24 september 2026 tersebut mencantumkan pilihan nominal Infak mulai dari RP 14000 ribu 1,40.000 hingga 1,400.000 Pemerintah kabupaten dan panitia kemudian menjelaskan bahwa dana tersebut ditujukan untuk kegiatan sosial dan di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bukan untuk membiyayai Carnaval milangkala
Namun.penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan Aliansi Aktivis jawa barat dan DPRD pangandaran pun ikut menyoroti mekanisme pengumpulan dana tersebut dan meminta kejelasan lebih lanjut
Kini sorotan Publik bergeser ke rencana Bupati Pangandaran Citra Pitriyami yang ingin memeriahkan milangkala dengan karnaval yang lebih besar padahal kekeringan nyata sedang melanda sejumlah wilayah .suara kritik keras pun datang dari tokoh masayarakat sekaligus mantan pejabat daerah H.jeje Wiradinata yang didukung ribuan pendukungnya .
Urgensi pernyataan Pesta ketika masyarakat di sejumlah wilayah justru sedang berhadapan dengan persoalan kebutuhan dasar ,itu yang kami pertanyakan Terkait biaya Carnaval tersebut , Uang dari mana ? Dinas Dinas lagi efesiensi anggaran .terus Desa Desa juga uang dari mana kalaupun ada Uang , mending dipakai untuk menanggulangi Kepentingan Rakyat yang terkena kekeringan ," tegas H.jeje wiradinata saat di wawancarai awak media kamis 8-10-2026 kritik yang di sampaikan H.jeje bukan tanpa alasan data resmi dari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)kabupaten pangandaran mengomfirmasi bahwa sejumlah Wilayah memang tengah menghadapi kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup lama
Hingga saat ini tercatat sembilan kecamatan terdampak kekeringan yaitu kec.Cimerak Cijulang Parigi Cigugur Sidamulih Pangandaran Kalipucang Pada herang dan mangunjaya .
kepala Pelaksana BPBD kabupaten pangandaran Dodo Kusnadi membenarkan hal tersebut saat di komfirmasi awak media " hingga hari ini kami telah menyuplai air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan mencapai 27.000 jiwa yang terbagi di 9.494 kepala keluarga di sembilan kecamatan tersebut .jelas Dodo
H.jeje pun menyoroti belum ada langkah konkret yang terlihat dari pemerintah daerah dalam penanganan kekeringan " sampai saat ini, saya belum mendengar ada rapat koordinasi penanganan kekeringan Air bersih bersama PDAM .Artinya suplai air bersih masih terbatas Padahal menurut informasi kemarau di prediksi akan berlangsung lebih lama bisa hibgga Nopember bahkan Desember nanti"
Pemerintah Kabupaten Pangandaran sendiri sebelumnya telah memberikan penjelasan bahwa perayaan Milangkala ke-14 tidak akan membebani APBD dalam jumlah besar. Bupati Citra Pitriyami juga di saat memprihatinkan membantah kabar mengenai anggaran Rp2 miliar untuk Milangkala dan menyatakan kondisi keuangan daerah tengah mengalami defisit. Menurut penjelasan Pemkab, sejumlah kegiatan hiburan mendapat dukungan pihak ketiga "tegasnya
Masyarakat pun Berharap ditengah Perayaan hari jadi daerah kebutuhan paling mendasar Saat Rakyat Menunggu Air Panggung Karnaval Disiapkan ,Ada Apa dengan Prioritas bupati ?? " (Ade satra )
.
Komentar
Posting Komentar