Forkopimda Kab Bekasi Gelar Operasi Pasar, Guna Memastikan Stok Pangan Aman Menjelang Hari Raya Idul Fitri
Bekasi, - nteraksinews.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi turun langsung ke Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Kamis (5 Maret 2026).
Adapun Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh PLT Bupati Bekasi dokter Asep Surya Atmaja bersama Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron, Kepala Kejaksaan Negeri Semeru, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, serta Dandim 0509 garing Kabupaten Bekasi Letkol Ronald
Saat sidak tersebut, rombongan Forkopimda menyusuri lorong lorong kios pedagang pasar sembari berbincang bincang kepada pedagang seraya mengecek langsung kondisi stok bahan pokok sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat pedagang.
Jajaran forkopimda juga mengajak berdialog dengan para pedagang serta masyarakat yang sedang berbelanja di pasar tersebut.
Plt. Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat serta menjamin bahwa stok tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami ingin memastikan bahwa stok kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional, khususnya di Pasar Tambun, dalam kondisi aman dan tersedia hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.
Selain memantau harga sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, serta cabai. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan seperti cabe jablay.
Dirinya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Kami bersama Forkopimda akan terus memonitor perkembangan harga dan distribusi bahan pokok. Jika ditemukan adanya lonjakan harga yang tidak wajar atau kelangkaan barang, tentu akan segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Salah seorang pedagang, bapak Arman, memafarkan sembari menawarkan dagangannya menyampaikan bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurutnya, selain meningkatnya permintaan pada momen hari besar keagamaan seperti menjelang Idul Fitri, faktor cuaca juga turut memengaruhi ketersediaan pasokan dari daerah penghasil para petani tersebut.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu sering kali berdampak pada proses produksi petani maupun distribusi bahan pangan, sehingga pasokan ke pasar menjadi berkurang dan lambat juga berpengaruh pada kenaikan harga di tingkat pedagang,” ujarnya
Arman berharap kondisi cuaca bagus dan distribusi barang tetap lancar agar harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil.
Sementara itu, kabid Bapokti, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Komoditi Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Hemiyanti, memaparkan secara keseluruhan stok kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 relatif aman. Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan.
“Selama bulan Ramadan ini, stok kebutuhan pokok relatif aman. Hanya saja karena permintaan masyarakat meningkat, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai, telur, daging ayam, dan daging sapi,” ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa pihaknya bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari kepolisian terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Setiap hari kami melakukan pengawasan rutin bersama Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran,” katanya.
Dirinya menyatakan bahwa pengawasan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan ataupun permainan harga oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok biasanya meningkat
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan aktivitas perdagangan di pasar tradisional tetap berjalan dengan baik (J. Hutagaol)
Komentar
Posting Komentar