Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. Jabar, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdul Rohim, Lakukan Kunjungan ke Kab. Cirebon


KAB. CIREBON - interaksinews.com - Hari pertama pasca cuti bersama Idulfitri 1447 H Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. Jabar, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdul Rohim, melakukan kunjungan sekaligus pembinaan pegawai di lingkungan Kankemenag Kab. Cirebon pada Rabu (25/03/2026) yang digelar di Aula Kemenag, Sumber Kabupaten Cirebon.

Robi, sapaan akrab Plt Kabag TU, menjelaskan bahwa kunjungannya selain untuk bersilaturahmi juga berkaitan dengan SE Sekjen No. 5 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan WFA dan WFO. Kedatangannya disambut oleh Plt. Kakankemenag Kab. Cirebon, H. Slamet, Kepala Seksi serta para pegawai Kemenag Kab. Cirebon.

“Kami ditugaskan untuk melihat langsung apakah pelaksanaannya di daerah sudah sesuai atau belum,” jelasnya.

Dalam pembinaannya, Robi menekankan pentingnya konsep goal achievement atau pencapaian tujuan dengan metode SMART, yakni spesifik, terukur (measurable), dapat diterima masyarakat (achievable), relevan, dan memiliki batas waktu (time-bound).

Menurutnya, seorang pimpinan harus memahami secara detail tugas yang dijalankan dan tidak hanya menyerahkan pekerjaan kepada bawahan tanpa mengetahui prosesnya.

“Sekarang pimpinan itu harus spesifik, harus tahu detail pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap kegiatan juga harus bisa diukur, diterima oleh masyarakat, relevan dengan perkembangan zaman, dan memiliki batas waktu yang jelas,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai kekuatan bangsa. Ia menilai bahwa keberagaman di Indonesia menjadi modal besar yang harus dijaga bersama oleh seluruh aparatur Kemenag.

“Jangan alergi dengan perbedaan, perbedaan dapat membuka pikiran kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mention program Kemenag Kanwil Jabar, yakni Layanan Cinta. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya berpatokan pada aturan, tetapi juga perlu disertai kepedulian untuk membantu masyarakat.

“Kita tetap berpatokan pada regulasi, tetapi kalau ingin dianggap bijaksana oleh masyarakat, maka kita juga harus melayani dengan hati. Itu yang disebut sebagai layanan cinta,” ungkapnya.

Di akhir, Robi juga mengingatkan agar seluruh pegawai menghindari praktik-praktik yang dapat menimbulkan stigma negatif terhadap pelayanan birokrasi, serta lebih mengedepankan integritas dan profesionalitas dalam bekerja.***
  

Komentar