BOBOL SKANDAL BERAS..!!! BOGOR DEFISIT 35% SELAMA INI 'IMPOR' DARI KARAWANG, PADAHAL GABAHNYA DARI PETANI BOGOR SENDIRI! BUPATI RUDY SIAPKAN RMU BESAR: STOP KIRIM GABAH, OLAH DI KANDANG SENDIRI!
Cibinong, Bogor - InteraksiNews.com || Skandal distribusi beras terbongkar!* Kabupaten Bogor ternyata *defisit beras 35% per tahun* dan selama ini *ketergantungan pasok dari Karawang, Cianjur, Purwakarta.* Ironisnya, *sebagian beras "merek Karawang" itu aslinya gabah petani Bogor* yang dijual keluar, digiling, lalu dijual balik ke Bogor.
Fakta pahit ini dibongkar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Bogor, Andri Hadian, di Cibinong, Kamis (31/7/2026).
*"Kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Bogor mencapai 526.078 ton per tahun. Sementara produksi beras lokal baru sekitar 329.000 ton atau 64,30 persen dari kebutuhan,"* ungkap Andri.
*Artinya: 197.078 TON BERAS PER TAHUN BOGOR BELI DARI LUAR!*
*BONGKAR MODUS 'IMPOR' BERAS PALSU:*
Andri blak-blakan: *"Sebagian beras yang dipasok dari Karawang sebenarnya berasal dari gabah hasil panen petani Kabupaten Bogor yang dibeli, digiling, kemudian dikemas dengan merek daerah tersebut sebelum dipasarkan kembali ke Bogor."*
*Diduga penyebabnya:* Karawang lebih dekat untuk jalur distribusi. Akibatnya, *petani Bogor kehilangan nilai tambah, Pemkab kehilangan PAD, warga Bogor beli beras mahal.*
*GEBRAKAN BUPATI RUDY: BANGUN RMU RAKSASA DI KANDANG PETANI!*
Merespons "skandal" ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto *tidak tinggal diam.* Andri menyebut, Bupati berencana *menyediakan Rice Milling Unit (RMU) skala besar* di 4 sentra lumbung padi: *Tanjungsari, Cariu, Jonggol, dan Sukamakmur.*
*TARGET: PANGKAS MAFIA, PETANI UNTUNG, BOGOR SWASEMBADA!*
Andri menegaskan, RMU ini akan *memangkas rantai distribusi gabah jadi beras.* Artinya:
1. *Gabah petani Bogor diolah di Bogor.* Tidak lagi "diekspor" mentah ke Karawang.
2. *Nilai tambah dinikmati petani lokal,* bukan tengkulak luar.
3. *Produksi beras lokal digenjot* untuk tutup defisit 35%.
4. *Stop ketergantungan* pasok dari Karawang, Cianjur, Purwakarta.
*"Keberadaan RMU diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi petani, serta mendorong kenaikan produksi beras lokal,"* tegas Andri.
*PEKERJAAN RUMAH: 35% DEFISIT = RP 2 TRILIUN LEBIH!*
Jika harga beras rata-rata Rp12.000/kg, maka defisit 197.078 ton = *Rp2,36 Triliun uang warga Bogor "lari" ke luar daerah per tahun.* Dengan RMU, uang ini *diduga* bisa berputar di Bogor.
*Hingga berita ini diturunkan, DKP Kab. Bogor belum merinci total anggaran dan jadwal pembangunan 4 RMU tersebut.* Redaksi _Interaksi News_ membuka ruang hak jawab untuk DKP, Bulog, dan perwakilan kelompok tani.
_Catatan Redaksi: Istilah "skandal" dan "mafia" merujuk pada dugaan praktik rantai distribusi yang merugikan petani lokal berdasarkan fakta yang disampaikan Kadis DKP. Asas Praduga Tak Bersalah dijunjung tinggi._
*(Jhon M & Tim)*
Komentar
Posting Komentar