KEPSEK SMPN 1 KEMANG BANTAH DANA BOS BERMASALAH: "SUDAH DIAUDIT INSPEKTORAT, TAK ADA TEMUAN"

 


Kemang-Bogor, Interaksinews.com || Menanggapi pemberitaan InteraksiNews soal dugaan skandal pengelolaan Dana BOS, Kepala SMP Negeri 1 Kemang, Hj. Dini Kurniani, memberikan hak jawab resmi pada Rabu (19/8/2026).


Melalui keterangan tertulis via WhatsApp, Hj. Dini membantah keras narasi yang dinilai menyudutkan pihak sekolah.


“SUDAH DIAUDIT, TAK ADA MASALAH”

Hj. Dini menegaskan, realisasi Dana BOS Tahun Anggaran 2024-2025 telah dilaksanakan sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.


“Seluruh penggunaan anggaran telah kami pertanggungjawabkan kepada instansi terkait. Pada tahun 2025 juga telah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Bogor dan hasilnya tidak ditemukan adanya permasalahan,” tegas Hj. Dini.


Ia menambahkan, seluruh administrasi dan laporan pertanggungjawaban Dana BOS telah disampaikan sesuai ketentuan.


SOAL BANGUNAN AMBROL: SUDAH IZIN HAPUS ASET

Terkait sorotan kondisi fisik sekolah, Hj. Dini menjelaskan bahwa dokumentasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi terkini. Menurutnya, bagian yang rusak adalah atap bangunan lama yang sudah masuk daftar penghapusan aset.


“Bangunan tersebut sebenarnya sudah mendapatkan izin untuk proses penghapusan aset. Namun karena masih diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar sekitar tiga kelas, kami belum melaksanakan penghapusan secara penuh,” jelasnya.


GAGAL BANGUN GEDUNG BARU KARENA ANGGARAN

Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi ke dinas terkait. Bahkan sempat ada rencana pembangunan gedung baru dua lantai pada 2025.


“Awalnya kami mendapat informasi bahwa pada tahun 2025 bangunan lama tersebut akan diganti dengan gedung baru dua lantai. Namun karena adanya perubahan kebijakan dan anggaran, rencana tersebut belum dapat direalisasikan,” ungkap Hj. Dini.


Meski demikian, perawatan rutin tetap dilakukan. Awal 2026 telah dilakukan pengecatan dan perbaikan ringan. Perbaikan atap bocor dan lantai rusak akan dianggarkan kembali pada termin kedua 2026 berdasarkan skala prioritas.


“Kami berharap jika menampilkan profil sekolah dapat menggunakan dokumentasi terbaru sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” pungkasnya.


CATATAN REDAKSI

InteraksiNews menjunjung tinggi asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. 

Hak jawab dari SMPN 1 Kemang ini dimuat secara utuh sebagai bagian dari cover both sides.


(Jhon M & Tim)

Komentar