TEGA! Irigasi Rusak, Pipa PDAM Diduga “Makan” Lahan Petani Singkawang, Keluhan Warga Bertahun-tahun Dicuekin
Singkawang.- interaksinews.com || Petani di Kota Singkawang, Kalimantan Barat teriak pilu. Kerusakan irigasi dan empat pipa raksasa milik PDAM Tirta Khatulistiwa diduga jadi biang kerok hilangnya lahan pertanian produktif. Mirisnya, keluhan resmi warga yang sudah bertahun-tahun disampaikan tak kunjung ditindaklanjuti PUPR maupun PDAM.
Berdasarkan laporan warga dan hasil pantauan lapangan InteraksiNews per 30 Juli 2026, dua masalah utama ini bikin petani merugi dan lahan rusak parah.
*DUA BOM WAKTU YANG DIDUGA HANCURKAN LAHAN PETANI:*
1. *IRIGASI GAGAL KONSTRUKSI: BUKAN ALIRKAN AIR, MALAH BANJIRKAN SAWAH*
Warga menilai dimensi saluran irigasi terlalu kecil dan tidak sesuai standar teknis. Akibatnya, setiap hujan deras atau air buangan meluap, sawah jadi kolam. Erosi menggerus tebing, tanah longsor, dan sebagian lahan tak bisa lagi ditanami.
“Panen gagal terus. Kami hidup dari tanah ini. Kalau tanahnya habis, kami makan apa?” keluh seorang petani yang lahannya terdampak.
2. *PIPA PDAM TIRTA KHATULISTIWA: MEMBELAH LAHAN, MENGHAMBAT REZEKI*
Empat pipa utama PDAM dibentangkan melintang di atas lahan warga. Petani mengaku tak bisa lagi mengolah tanah dengan traktor, bahkan sulit jalan kaki. Warga mempertanyakan: _"Proses izinnya gimana? Kenapa pasang di tanah kami tanpa koordinasi? Ada ganti rugi gak?"_
*JERITAN PETANI YANG DIDUGA DIABAIKAN:*
Perwakilan warga menegaskan sudah berkali-kali melapor resmi ke PDAM Tirta Khatulistiwa dan Dinas PUPR Kota Singkawang. Namun hasilnya nihil.
"Kami sudah sampaikan keberatan secara resmi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak PDAM maupun PUPR. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang kami alami," tegasnya dengan nada kecewa.
*TUNTUTAN TEGAS WARGA SINGKAWANG:*
1. *Pemerintah & Instansi Terkait Wajib Turun:* Verifikasi langsung ke lapangan. Jangan cuma rapat di kantor AC.
2. *Perbaiki Irigasi Sekarang:* Bangun ulang sesuai standar teknis. Hentikan banjir kiriman yang makan lahan petani.
3. *Beresi Pipa PDAM:* Tata ulang atau relokasi pipa yang melintang di lahan warga. Hentikan perampasan fungsi lahan.
4. *Buka-bukaan Ganti Rugi:* Jelaskan skema penyelesaian kerugian petani. Lahan rusak, panen gagal, siapa tanggung jawab?
InteraksiNews menyoroti 3 dugaan kelalaian fatal dalam kasus ini:
1. *Pembiaran Bertahun-tahun:* Laporan sudah masuk, tapi PUPR & PDAM diduga tutup mata. Ada apa?
2. *Potensi Pelanggaran UU Irigasi & UU SDA:* Jika benar desain irigasi tak sesuai, ini bisa jadi maladministrasi.
3. *Dugaan Perampasan Hak Ekonomi Warga:* Petani kehilangan mata pencaharian akibat infrastruktur publik yang bermasalah.
“Aneh. Untuk proyek kota anggarannya miliaran cepat cair. Giliran irigasi petani jebol, pipanya nongkrong di sawah, alasannya klasik: ‘belum ada anggaran’,” sindir salah satu warga.
Hingga rilis ini diterbitkan, *InteraksiNews belum memperoleh keterangan resmi* dari Dirut PDAM Tirta Khatulistiwa maupun Kepala Dinas PUPR Kota Singkawang terkait laporan dan tuntutan warga tersebut. *InteraksiNews memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya* kepada PDAM, PUPR, dan Pemkot Singkawang sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Perkembangan kasus ini akan terus dipantau dan diinformasikan kepada publik.
*Narahubung Redaksi InteraksiNews:*
*Jhon M* - Koordinator Liputan Kalimantan
Telp/WA: *083163949681*
Komentar
Posting Komentar