KAB.BANDUNG - interaksinews.com - Selasa, 29 September 2026 - Di halaman Mapolresta Bandung Jawa Barat haru bukan sekadar kata. Ia hadir dalam salam satu per satu, dalam langkah ojol, dalam bunga di leher pucuk pimpinan baru.
Sore itu, Senin 28 September 2026, halaman Mapolresta Bandung di Soreang bergetar pelan. Dua polisi cilik binaan Polresta Bandung menyambut Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto.
Bunga dikalungkan. Pedang pora berbaris. Seni Lengser mengalun. Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan dan pelepasan pucuk pimpinan.
Sorot mata personel menyimpan hormat. Langkah kaki terdengar rapi. Udara Soreang sore itu sejuk, namun hangat oleh kebersamaan.
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto resmi menjabat Kapolresta Bandung. Ia menggantikan Komisaris Besar Polisi Aldi Subartono.
Komisaris Besar Polisi Aldi Subartono melanjutkan pendidikan Sespimti Polri. Usai penyambutan, Tri mengumpulkan Kapolsek dan Pejabat Utama. Arahan perdana mengalir. Apel malam menutup rangkaian.
Komisaris Besar Polisi Aldi Subartono mengenang masa tugas sejak 14 Januari 2025. Sekitar 21 bulan memimpin. Penegakan hukum berjalan. Aksi kemanusiaan hidup di Kabupaten Bandung.
Ia juga memaparkan capaian. Anev Kamtibmas peringkat pertama se Polda Jawa Barat 2025. Penyelesaian perkara hingga Agustus 2026 menembus 92 persen.
Indeks kepuasan masyarakat 85,59 persen. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia cermin kerja panjang, lelah, dedikasi.
“Rekan rekan telah menorehkan sejarah bahwa Anev gangguan kamtibmas Polresta Bandung peringkat pertama se Polda Jawa Barat. Tentu ini capaian rekan rekan curahkan dan baktikan,” ujar Komisaris Besar Polisi Aldi Subartono.
Ia juga berpesan, personel beri dukungan penuh dan loyalitas all out kepada Tri. Aldi berharap capaian 85,59 persen naik menjadi 90 persen.
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto bersyukur kembali mengabdi di wilayah hukum Bandung. Ia bukan sosok baru. Sekitar 13 tahun lalu, ia Kasat Reskrim Polres Bandung, kini Polresta Bandung.
Rekam jejaknya mentereng penyidik KPK, Kapolres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan, Wakapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Cimahi.
Pengalaman lintas wilayah membentuk cara pandangnya. Ia mengenal denyut masyarakat Bandung.
“13 tahun lalu saya bertugas di sini sebagai Kasat Reskrim. Hari ini alhamdulillah diberikan amanah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, menurut saya sangat luar biasa dipimpin Pak Aldi,” ucap Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto.
Ia juga mengibaratkan organisasi warisan pendahulu sebagai pesawat mode autopilot. Tugasnya menjaga kestabilan sistem agar melaju kencang melayani masyarakat Kabupaten Bandung. Ia ingin inovasi tetap tumbuh. Pelayanan jangan kaku. Personel jangan lengah.
Estafet Kepemimpinan Humanis
Pelepasan Aldi berlangsung haru. Personel menyalami satu per satu. Di luar gerbang, sejumlah pengemudi ojek online berbaris mengantar kepergian Aldi. Penghormatan kecil atas kedekatan selama bertugas.
Tongkat estafet kini di tangan Tri. Tepuk tangan mengiringi. Beberapa mata berkaca. Ada rasa kehilangan, ada harapan baru.
Tri menyampaikan arahan. Tugas Polri melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, menegakkan hukum. Kewenangan bukan alat merasa lebih tinggi.
Semakin besar kewenangan, semakin besar tanggung jawab. Setiap kalimat diucap tenang. Nada tegas, namun menyentuh.
“Jangan pernah sekali kali kita menyakiti hati masyarakat melalui sikap, perilaku, maupun ucapan tidak pantas,” kata Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto.
Masyarakat datang bukan mencari masalah. Mereka menghadapi masalah. Ada pelapor, terlapor, orang butuh pertolongan, orang butuh didengar.
Hadapi dengan kesabaran, senyum, sikap humanis. Jangan tunggu masyarakat bertanya. Beri pelayanan sebelum diminta.
Beri pelayanan terbaik saat diminta. Jangan biarkan masyarakat pulang membawa kekecewaan.
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto mengingatkan personel hindari pelanggaran sekecil apa pun.
Jauhi narkoba, OKT, minuman keras, judi online, perilaku menjerumuskan, jeratan pinjaman online.
Jaga diri. Jaga keluarga. Jaga kehormatan institusi. Jaga seragam. Seragam amanah, bukan kebanggaan semata. Jangan jadi pembawa masalah.
Jadi penyelesai masalah. Integritas menjadi harga mati. Kepercayaan publik taruhannya.
Slogan Kapolda Jabar, JAWARA, Jaga dan Rawat Jawa Barat, menjadi karakter. J berarti Jaga. A berarti Amanah. W berarti Wibawa. A berarti Adaptif. R berarti Ramah. A berarti Berakhlak.
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto memaknai JAWARA sebagai pengabdian tulus, amanah jujur, wibawa integritas, adaptif menghadapi perubahan, ramah melayani, akhlak sebagai landasan. Semangat ini bukan slogan kosong. Ia tuntunan harian.
JAWARA Melayani Warga
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto menegaskan, anggota Polri tidak dituntut sempurna. Anggota dituntut berguna.
Tetap berbuat baik meski keadaan tidak selalu baik. Tetap melayani meski terkadang tidak dihargai.
Tetap membantu meski kebaikan tidak selalu diketahui. Pangkat dan jabatan amanah. Waktu berlalu. Jabatan berganti.
Seragam suatu saat ditinggalkan. Kebaikan kepada masyarakat meninggalkan jejak dan dikenang.
“Mari kita jadikan setiap langkah pengabdian kita sebagai amal kebaikan. Jadilah polisi, kehadirannya memberikan rasa aman, perkataannya memberikan ketenangan, pelayanannya memberikan manfaat, perbuatannya meninggalkan kebaikan. Mari kita bekerja dengan hati. Melayani dengan ikhlas. Menegakkan hukum dengan adil,” tutur Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto.
Ia ingin seluruh jajaran Polresta Bandung solid. Saling mengingatkan. Saling membantu. Saling menjaga. Bersama memberi pengabdian terbaik. Jangan mencari siapa salah. Cari apa bisa diperbaiki. Jangan menunggu masyarakat membutuhkan.
Polri hadir ketika masyarakat membutuhkan. Polri hadir untuk masyarakat. Polri mengabdi untuk negeri.
“Jaga wibawa. Tetap ramah. Selalu berakhlak. Jadilah JAWARA dalam setiap pengabdian. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan, keikhlasan, kesehatan, petunjuk dalam menjalankan setiap amanah,” kata Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto.
Semoga setiap langkah melindungi, mengayomi, melayani, menegakkan hukum menjadi amal kebaikan. Pesan itu menggema di halaman Mapolresta. Malam semakin larut. Estafet berjalan.*** (Cs)
Deskripsi//
Komisari Besar Polisi Tri Suhartanto resmi memimpin Polresta Bandung. Ia melanjutkan capaian 85,59 persen, Anev Kamtibmas peringkat pertama Polda Jabar. Simak kisah humanisnya, bagikan, segera ikuti berita terkini.***
Komentar
Posting Komentar