TUMPUKAN SAMPAH DI TPA GALUGA BAKAL JADI LISTRIK 40 MW, CUKUPI KEBUTUHAN BOGOR BARAT

 

             

BOGOR, Interaksi news.com || Kabar mengejutkan datang dari TPA Galuga, Kabupaten Bogor. Tumpukan sampah yang selama 34 tahun hanya menjadi persoalan lingkungan, kini bakal disulap menjadi sumber energi listrik raksasa dengan kapasitas mencapai 15 hingga 40 Megawatt (MW).

Melalui proyek Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL), mimpi sampah jadi listrik itu akan segera terwujud.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengungkapkan fakta mencengangkan. Fasilitas PSEL Galuga dirancang mampu melahap "1.500 ton sampah per hari" untuk diubah menjadi listrik.

"PSEL ini untuk 1.500 ton sampah. Dari 1.500 ton sampah itu menghasilkan 15 sampai dengan 40 megawatt," ujar Teuku Mulya, Rabu (16/9/2026).

Listrik yang dihasilkan tidak akan dijual bebas. Nantinya akan masuk ke jaringan PLN sebagai _off-taker_ resmi sesuai Perpres Nomor 109.

"Yang mengonsumsi nanti melalui mekanisme off-taker-nya PLN. Nanti PLN yang mendistribusikan, tentunya ke wilayah-wilayah sekitar Bogor Barat," jelasnya.

Yang lebih menarik, bahan bakunya bukan cuma sampah baru. "Gunungan sampah lama yang sudah menggunung selama 34 tahun di Galuga juga akan dibakar dan diolah" lewat mesin berteknologi standar Eropa ini.

"Produksi sampah kita nanti per hari, plus tumpukan sampah yang sudah ada. Jadi nanti akan diolah ataupun dibakar melalui mekanisme PSEL," katanya.

BUKAN SOAL JUALAN LISTRIK, TAPI INVESTASI DAN LAPANGAN KERJA

Senior Vice President Stakeholders Relationship Danantara, Dede Firmansyah, menegaskan keuntungan PSEL bukan dari jualan listrik.



Manfaat terbesar bagi Kabupaten Bogor adalah masuknya investasi triliunan rupiah, tuntasnya masalah sampah 6,1 juta warga, lingkungan yang lebih bersih, dan terbukanya ribuan lapangan kerja baru bagi warga Bogor Barat.

Pemkab Bogor memastikan semua persiapan groundbreaking pada 17 September 2026 sudah 100% siap, termasuk pengamanan dan kondisi Galuga yang kini kondusif pasca kebakaran.

"Intinya dalam kondisi sekarang alhamdulillah kondusif dan kita siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan PSEL," tandas Teuku.

Dari tempat pembuangan akhir yang bau dan penuh lalat, Galuga kini disiapkan menjadi mercusuar perubahan. Sampah tidak lagi jadi residu, tapi jadi bahan baku energi, investasi, dan harapan baru bagi Bogor Barat.

[Jhon M & Tim]

Komentar