BOBROK! Dana Belum Cair Bangunan Sudah Dibongkar, Revitalisasi SDN 2 Lebak Agung Karangpawitan Garut Diduga Jadi Ajang Permainan


GARUT,  InteraksiNews.com - Kejanggalan serius dan diduga sarat permainan terjadi di dunia pendidikan Kabupaten Garut. SDN 2 Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menjadi sorotan tajam publik setelah nekat membongkar bangunan sekolah meski Dana Revitalisasi diduga belum cair.

Pantauan di lapangan, Rabu 15 Oktober 2026, kondisinya sangat memprihatinkan dan memalukan. Beberapa ruang kelas hilang total. Atap baja ringan dibongkar, genting diturunkan, kusen dibiarkan terbuka tanpa penutup. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman, kini berubah seperti bangunan tak bertuan.

Ironisnya, di tengah puing-puing bangunan yang dibongkar, siswa masih dipaksakan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

*DANA BELUM CAIR, BERANI BONGKAR? ADA APA?*

Ini yang menjadi pertanyaan besar publik. Sesuai juknis Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen, pembongkaran bangunan baru bisa dilakukan setelah dana masuk ke rekening P2SP dan ada surat perintah kerja yang jelas.

Tapi di SDN 2 Lebak Agung, logikanya dibalik. Dana Revitalisasi belum cair, tapi pihak sekolah sudah berani membongkar bangunan.

Ada apa dengan pihak sekolah? Berani melanggar juknis? Siapa yang menyuruh bongkar? Apakah ada jaminan dana pasti cair? Atau ada tekanan dari pihak tertentu agar proyek ini seolah-olah sudah berjalan?

Tindakan ini sangat gegabah dan merugikan siswa. Jika hujan turun, perabotan sekolah, buku-buku, dan fasilitas belajar pasti rusak terendam air. Siapa yang bertanggung jawab? KBM pun lumpuh total.

*REVITALISASI HARUSNYA TRANSPARAN, BUKAN TRANSAKSI GELAP*

Prinsip utama revitalisasi adalah transparansi, akuntabilitas, dan partisipatif. Ada papan informasi, ada RAB yang terbuka untuk Komite dan orang tua siswa.

Namun di SDN 2 Lebak Agung, transparansi itu diduga nol besar. Papan pengumuman / himbauan tegas yang terpasang di lokasi tidak menjelaskan secara rinci nilai bantuan, sumber dana, dan waktu pelaksanaan secara transparan kepada wali murid.

Wajar jika publik bertanya-tanya: Ada apa dengan pihak sekolah? Harusnya revitalisasi ini transparan, bukan menjadi ajang cari untung dan permainan proyek.

*DESAKAN WARGA: AUDIT TOTAL!*

Warga dan wali murid mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Inspektorat Daerah, hingga Kejaksaan Negeri Garut untuk segera turun tangan dan melakukan audit investigatif di SDN 2 Lebak Agung.

Jangan sampai program baik pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan, justru dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan pribadi dengan mengorbankan keselamatan dan kenyamanan siswa.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN 2 Lebak Agung belum berhasil dimintai keterangan. (Hermawan).

Komentar