Dugaan Dana BOS Tidak Tepat Sasaran: Prasarana SMPN 3 Cihampelas Terbukti Sangat Terabaikan



Bandung Barat  - Interaksinews.com - Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, bersih, dan nyaman untuk menimba ilmu. Namun kenyataan di SMP Negeri 3 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, terlihat sangat kontras. Sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah justru terlihat rusak parah dan memprihatinkan, di saat dana perawatan seharusnya sudah dialokasikan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 
 Fakta di Lapangan Berbicara :

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah menunjukkan kerusakan yang serius:
 
- Dinding ruangan berlubang besar, lapisan plester rontok hingga menampakkan tumpukan batu bata, tepat di area yang sering dilalui siswa.

- Plafon bagian luar roboh dan terkelupas, materialnya menggantung dan terlihat siap jatuh kapan saja di atas area aktivitas siswa.

- Wastafel dan fasilitas kebersihan kotor dan rusak, keran tidak berfungsi, saluran air hilang, tidak layak digunakan untuk mencuci tangan.

- Struktur penopang atap terlihat lapuk dan rapuh, berisiko runtuh sewaktu-waktu.
 
Kondisi-kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: Ke mana perginya anggaran perawatan dan pemeliharaan yang seharusnya tersedia dari Dana BOS selama dua tahun terakhir?
 
 
 Pertanyaan Besar: Dana Perawatan Kemana?
Secara aturan, Dana BOS mencakup pos anggaran untuk pemeliharaan ringan bangunan sekolah dan fasilitas. Namun kondisi yang terlihat di lapangan menunjukkan seolah-olah perawatan nyaris tidak pernah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.
 
Warga masyarakat dan orang tua siswa yang menyampaikan informasi ini mempertanyakan:
 
"Setiap tahun dikatakan menerima dana BOS, termasuk untuk perawatan sekolah. Tapi mengapa kerusakannya dibiarkan sampai separah ini? Kemana uangnya digunakan?"
 
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat terkait alasan tidak tertanganinya kerusakan fasilitas pendidikan yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan siswa ini.
 
 Keselamatan Siswa Jadi Taruhan
Yang paling mengkhawatirkan, kerusakan bangunan ini berada di area yang masih digunakan oleh siswa. Risiko runtuhnya bagian bangunan atau jatuhnya material bangunan sangat nyata dan dapat terjadi kapan saja.
 
Masyarakat berharap instansi terkait segera menelusuri realisasi penggunaan Dana BOS di sekolah ini, khususnya pos perawatan dan pemeliharaan selama dua tahun terakhir, sekaligus segera melakukan perbaikan darurat sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
"Keselamatan anak-anak tidak boleh ditawar. Jika memang dananya ada, mengapa mereka harus belajar di lingkungan yang berbahaya seperti ini?"  tegas warga.
 
 
Penulis: Sutan SH

Komentar