TERBONGKAR! Revitalisasi SDN 2 Lebak Agung Garut Diduga Akal-Akalan: Dana Belum Cair Main Talang, Swakelola Hanya Formalitas, Pekerja Lokal


GARUT - interaksinews.com - Skandal dugaan penyimpangan program Revitalisasi Satuan Pendidikan terbongkar di SDN 2 Lebak Agung, Karangpawitan, Garut. Program yang seharusnya jadi contoh pemberdayaan masyarakat, diduga justru menjadi ajang _pemborongan terselubung_.

Tim Investigasi * inter aksi newdmenemukan fakta lapangan yang janggal dan tidak bisa dianggap sepele. Proyek fisik sudah berjalan ngebut, padahal *DANA NEGARA BELUM CAIR SEPESERPUN* ke rekening Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Pertanyaannya: *Uang siapa yang dipakai? Siapa yang berani nalangi dana ratusan juta dari pusat? Ada deal apa di balik talangan ini?*

Ini bukan lagi soal teknis, ini soal *POTENSI PEMBANGKANGAN TERHADAP JUKNIS KEMDIKBUD.*

*BONGKAR 4 PELANGGARAN FATAL:*

*1. MAIN TALANGAN, TABRAK ATURAN MAIN!*
Juknis jelas tertulis: DILARANG KERAS memulai pekerjaan sebelum dana masuk rekening  sekolahTapi di SDN 2 Lebak Agung, aturan itu diduga dilabrak. Proyek jalan terus pakai uang talangan. Skema ini sangat rawan. Jika dana talangan dari pemborong, maka sekolah otomatis tersandera dan RAB bisa diakali untuk balik modal.

*2. SWAKELOLA PALSU, PEMBORONG YANG BERKUASA!*
Di atas kertas namanya swakelola oleh sekolah. Fakta di lapangan? Pekerjaan diduga dikendalikan penuh oleh pihak ketiga. P2SP hanya jadi stempel. Ketua P2SP dan Kepala Sekolah diduga hanya pinjam nama. Ini adalah modus pemborongan terselubung yang dilarang total dalam revitalisasi.

*3. WARGA LOKAL DITENDANG, PEKERJA IMPOR DIDATANGKAN!*
Ini yang paling menyakitkan. Juknis revitalisasi lahir untuk menyejahterakan tukang lokal. Tapi di Lebak Agung, warga sekitar justru jadi penonton. Para pekerja yang ada di lokasi *BUKAN warga Lebak Agung*. Mereka didatangkan dari luar daerah. Prinsip pemberdayaan masyarakat lokal *MATI TOTAL*.

*4. RAB JADI ALAT KERUK UNTUNG?*
Dengan sistem talangan dan pemborongan, harga semen, pasir, dan upah tukang sangat rawan di-mark-up. Selisih harga bisa masuk kantong pribadi. Sekolah yang seharusnya dapat bangunan berkualitas, justru terancam dapat bangunan asal jadi karena pemborong mengejar untung dari dana talangannya.

*KESAKSIAN WARGA:*
"Kalau memang swakelola, kenapa yang kerja bukan orang sini? Kami warga Lebak Agung tidak ada yang diajak. Ini jelas sudah diborongkan. Tolong Disdik Garut jangan tutup mata," tegas salah satu warga yang resah kepada  inter aksi newRabu (15/5).

*TUNTUTAN:*
Masyarakat mendesak:
- Kepala Dinas Pendidikan Garut sidak langsung hari ini
- Inspektorat Garut audit investigasi sumber dana talangan
- Kejaksaan Negeri Garut ikut memantau karena ada dugaan penyalahgunaan dana APBN

Hingga berita tajam ini diturunkan, Kepala SDN 2 Lebak Agung *BUNGKAM* dan memilih tidak menjawab konfirmasi *inter aksi new* terkait siapa cukong di balik dana talangan tersebut. (Hermawan)

Komentar