Tapanuli Selatan– Warga Kelurahan Panabari, Kecamatan Tano Tombangan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, nyaris terlibat bentrok pada Minggu malam (21/6/2026) akibat polemik dugaan penerimaan setoran dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di aliran Sungai Batang Gadis.
Menurut keterangan sejumlah warga, keributan bermula ketika sekelompok orang diduga menggelar pertemuan tertutup di salah satu rumah warga Panabari. Pertemuan tersebut disebut-sebut membahas pembagian uang yang diduga berasal dari setoran alat berat jenis excavator yang beroperasi di lokasi PETI.
"Kami mendapat informasi ada pertemuan tertutup terkait pembagian setoran dari aktivitas PETI. Karena dianggap tidak transparan dan mengatasnamakan masyarakat, sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi pertemuan tersebut," ujar seorang warga Panabari.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga meminta agar pembahasan tidak dilakukan secara tertutup. Pertemuan yang awalnya berlangsung di rumah warga akhirnya dihentikan dan dilanjutkan di Aula Kelurahan Panabari untuk menghindari terjadinya bentrokan.
Warga menilai selama ini terdapat oknum tertentu yang diduga mengatasnamakan masyarakat Kelurahan Panabari dalam meminta atau menerima setoran dari para pemilik alat berat yang melintas menuju lokasi PETI di Sungai Batang Gadis.
Mereka mempertanyakan transparansi serta penggunaan dana yang disebut-sebut berasal dari aktivitas tersebut.
"Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat hanya untuk kepentingan pribadi. Yang menikmati hasilnya segelintir orang, sementara dampak kerusakan lingkungan nantinya akan dirasakan masyarakat luas dan generasi mendatang," kata warga lainnya.
Peristiwa tersebut juga terekam dalam siaran langsung akun Facebook bernama James Panjaitan Babereni Hutabarat. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga mendatangi lokasi rapat dan meminta agar pembahasan dilakukan secara terbuka di hadapan masyarakat.
Dalam video tersebut terdengar beberapa warga menyampaikan keberatan atas dugaan ketidakterbukaan terkait pembagian setoran yang disebut-sebut berasal dari aktivitas PETI. Suasana sempat memanas dengan adu argumen antar kelompok warga, namun tidak sampai menimbulkan bentrokan fisik.
Di sisi lain, warga mengungkapkan bahwa penolakan masyarakat Panabari terhadap alat berat yang melintas melalui wilayah mereka diduga membuat sebagian pelaku PETI mencari jalur alternatif.
Informasi yang diperoleh menyebutkan alat berat yang baru masuk ke lokasi tambang kini diduga melewati Desa Gunung Baringin Mosa, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Karena masyarakat Panabari menolak, informasi yang kami terima alat berat yang baru masuk sekarang melalui jalur Mosa," ungkap seorang warga.
Selain itu, beredar pula informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pihak lain dalam aktivitas PETI di kawasan hilir Sungai Batang Gadis. Namun hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, jumlah alat berat yang beroperasi di kawasan PETI Sungai Batang Gadis disebut terus bertambah dan diperkirakan telah mencapai puluhan unit.
Aktivitas tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, serta dampak jangka panjang terhadap kawasan hutan dan ekosistem di sekitar aliran Sungai Batang Gadis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah setempat, aparat penegak hukum, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penerimaan setoran maupun aktivitas PETI yang disebut masih berlangsung di kawasan tersebut. (JC)
Komentar
Posting Komentar