Ambil Air untuk Waterbombing, Helikopter Diduga Milik PT RHM Rusak Puluhan Pokok Sawit Warga di Batang Asam
TANJAB BARAT — Sebuah helikopter yang diduga milik PT RHM, yang sedang melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), diduga menyebabkan kerusakan pada puluhan batang pohon kelapa sawit milik warga di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pada beberapa waktu lalu
Kerusakan terjadi saat helikopter tersebut mengambil air di kolam yang berada di lokasi perkebunan Rio Ramos, pemilik lahan yang terkena dampak.
Rio Ramos menyampaikan bahwa kebunnya mengalami kerusakan akibat aktivitas pengambilan air oleh helikopter tersebut.
Menurutnya, hembusan angin dari baling-baling helikopter saat turun mengambil air di kolam miliknya menyebabkan puluhan pokok batang sawit patah dan rusak parah.
"Pokok sawit saya rusak oleh helikopter milik PT RHM yang ambil air di sana," ungkap Ramos kepada awak media. Pada Selasa (8/9/2026)
Ramos menegaskan, pihak perusahaan seharusnya memiliki embung atau sumber air sendiri yang disiapkan khusus untuk keperluan operasi pemadaman, sehingga tidak perlu mengambil air di kolam milik warga yang justru merusak tanaman produktif masyarakat.
"Mereka seharusnya mempunyai embung sendiri sehingga tidak merusak kebun saya," imbuhnya.
Karena kerugian yang dialaminya, Ramos meminta pihak PT RHM untuk memberikan pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi pada kebunnya. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, sekaligus memastikan operasi pemadaman Karhutla tetap berjalan tanpa merugikan warga sekitar.
Sampai berita ini diturunkan, pihak PT RHM belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan terkait laporan kerusakan tersebut.
Tanggapan pihak perusahaan tersebut akan disajikan pada edisi mendatang. (Has)
Komentar
Posting Komentar