FESTIVAL RATU DAN RAJA BUAH 2026: PEMKAB BOGOR GENJOT EKONOMI KERAKYATAN LEWAT HORTIKULTURA



CIBINONG, Interaksinews.com || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya hortikultura, sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. 

Upaya itu diwujudkan melalui "Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor Tahun 2026" yang digelar di Pasar Petani Garuda, Minggu (13/9/2026).

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan festival ini menjadi wadah strategis mempertemukan petani dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis buah lokal Kabupaten Bogor.

“Festival ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi harus menjadi sarana edukasi, promosi, sekaligus penguatan jejaring agribisnis,” ujar Bambang.
DORONG NILAI JUAL DURIAN & MANGGIS LOKAL
Menurut Bambang, Kabupaten Bogor memiliki potensi agroklimat yang sangat mendukung pengembangan hortikultura. Terutama komoditas unggulan seperti durian lokal dan manggis.

Kedua komoditas tersebut tidak hanya bernilai ekonomi bagi masyarakat pedesaan, tetapi juga berpeluang bersaing di pasar domestik hingga internasional.

“Branding dan popularitas durian lokal serta manggis Bogor harus terus diperkuat. Ketika kualitas meningkat dan pasar semakin mengenal produk kita, maka nilai jualnya juga akan meningkat. Ini yang harus kita dorong bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas petani dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) menjadi kunci. Melalui festival ini, petani diharapkan semakin memahami budidaya dan pembibitan yang baik agar kualitas serta produktivitas buah lokal terus naik.

48 TON DURIAN BEKU EKSPOR KE TIONGKOK
Bambang menyoroti keberhasilan ekspor perdana 48 ton durian beku senilai `Rp5,1 miliar` ke Tiongkok pada akhir tahun lalu. 

“Capaian ekspor tersebut jangan berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh. Kita ingin buah lokal Bogor menjadi raja di negeri sendiri sekaligus primadona di mancanegara,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Bogor juga mendorong peningkatan kecintaan masyarakat terhadap buah tropis lokal. Tujuannya memperkuat pasar dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada buah impor.

_Ekspor 48 Ton Durian Beku ke Tiongkok Senilai Rp5,1 Miliar Jadi Bukti Buah Lokal Bogor Tembus Pasar Global_

SINERGI SEMUA PIHAK
Pemkab Bogor menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, pelaku usaha, Paguyuban Pasar Petani Garuda`, `Forum Komunikasi P4S, dan pihak terkait.

“Dengan kerja sama, semangat gotong royong, dan keberpihakan yang nyata kepada petani, Kabupaten Bogor optimistis dapat tumbuh menjadi daerah yang mendukung kemandirian pangan sekaligus menjadi penghasil komoditas hortikultura yang berdaya saing tinggi,” pungkas Bambang.

[Jhon M &Tim]

Komentar