Revitalisasi SDN Pamalayan 1 Bayongbong Garut Capai Progres 60–70 Persen, Pekerjaan Mengacu RAB


GARUT, InteraksiNews.com – Proyek revitalisasi SDN Pamalayan 1, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai dikerjakan sejak 27 Agustus 2026. Hingga saat ini, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 60–70 persen dengan masa pelaksanaan selama 140 hari.

Pekerjaan revitalisasi tersebut meliputi pembangunan satu ruang kelas baru, rehabilitasi berat delapan ruang kelas, serta pembangunan satu unit toilet (WC). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menunjang kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

Kepala SDN Pamalayan 1, Nurjanah, S.Pd., menyampaikan bahwa perbaikan fasilitas sekolah sangat dibutuhkan mengingat sejumlah ruang kelas sebelumnya mengalami kerusakan, termasuk kebocoran saat hujan yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan revitalisasi ini. Semoga dengan perbaikan fasilitas sekolah, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan kegiatan belajar-mengajar berlangsung lebih optimal,” ujarnya saat ditemui di lingkungan sekolah.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan komite sekolah, Kusnadi. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di SDN Pamalayan 1. Menurutnya, sarana yang telah diperbaiki perlu dijaga dan dirawat bersama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.


Sementara itu, Agus Rukman selaku perwakilan P3SP menyatakan bahwa program revitalisasi tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran. Dengan adanya pembangunan dan rehabilitasi, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Pelaksanaan proyek disebut mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB). Meski demikian, kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dan dokumen perencanaan tetap perlu dipastikan melalui pemantauan serta pemeriksaan terhadap volume pekerjaan, spesifikasi material dan kualitas hasil pembangunan.

Pemantauan diperlukan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, tepat waktu, dan menghasilkan bangunan yang memenuhi standar kelayakan. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh pihak sekolah, khususnya para siswa dan tenaga pendidik.

(Hermawan)

Komentar