SDN Nanggerang Jadi Tuan Rumah FTBI 2026 Tingkat Kecamatan Lembursitu, Juara Disiapkan Melaju ke Tingkat Kota
SUKABUMI – Interaksinews.com - SDN Nanggerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Kegiatan ini diikuti sekitar 140 peserta didik dari 10 sekolah dasar, terdiri atas sembilan SD negeri dan satu SD swasta se-Kecamatan Lembursitu.
Festival yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut menjadi ajang pengembangan bakat, kreativitas, serta kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Sunda. Selain sebagai sarana kompetisi, FTBI juga menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa daerah agar tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Yudi selaku kepala bidang, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Lembursitu, Yudi, Ketua Panitia FTBI, Sukma Wijaya, S.Pd., serta Kepala SDN Nanggerang, Ricky Kelana.
Tujuh Cabang Lomba Dipertandingkan
Kepala SDN Nanggerang, Ricky Kelana, menyampaikan bahwa pelaksanaan FTBI tingkat Kecamatan Lembursitu mempertandingkan tujuh cabang mata lomba. SDN Nanggerang sebagai tuan rumah turut mengirimkan peserta untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa Sunda melalui berbagai bentuk perlombaan.
Para peserta yang berhasil meraih juara pertama di tingkat kecamatan dijadwalkan mewakili Kecamatan Lembursitu pada FTBI tingkat Kota Sukabumi. Kegiatan tingkat kota tersebut direncanakan berlangsung di SMP Negeri 3 Kota Sukabumi pada 4–5 November 2026.
Panitia Optimistis Raih Prestasi hingga Tingkat Provinsi
Ketua Panitia FTBI, Sukma Wijaya, S.Pd., menyampaikan optimisme terhadap potensi peserta yang mengikuti festival tahun ini. Pihaknya berharap perwakilan Kecamatan Lembursitu tidak hanya mampu meraih prestasi di tingkat kota, tetapi juga dapat melanjutkan perjuangan hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Sejumlah cabang lomba yang menjadi perhatian di antaranya borangan atau ngborang, yakni penampilan humor dan komedi dalam bahasa Sunda, nembang pupuh, serta membaca dan menulis aksara Sunda.
Salah satu peserta yang menjadi perhatian adalah Abil, siswa kelas VI SDN Nanggerang, yang disebut memiliki pengalaman mengikuti kompetisi hingga tingkat provinsi pada cabang borangan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang FTBI tahun ini.
Panitia berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjunjung sportivitas, serta menjadikan festival ini sebagai pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi dan kecintaan terhadap bahasa ibu.
Dinas Pendidikan Apresiasi Pelestarian Bahasa Sunda
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mengapresiasi penyelenggaraan FTBI tingkat Kecamatan Lembursitu. Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya Sunda sekaligus membangun mental, kepercayaan diri, dan jiwa kompetitif peserta didik sejak usia dini.
Melalui festival ini, para siswa diberikan ruang untuk mengenal serta mempraktikkan bahasa daerah dalam berbagai bentuk ekspresi seni dan keterampilan. Dengan demikian, pelestarian bahasa ibu tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang menarik, edukatif, dan kompetitif.
Selain membahas penyelenggaraan FTBI, dalam kesempatan tersebut turut disinggung dukungan pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk program digitalisasi pembelajaran, penyaluran bantuan perangkat pembelajaran atau PID, serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.
Wadah Pembinaan Generasi Muda Berbudaya
Penyelenggaraan FTBI 2026 tingkat Kecamatan Lembursitu di SDN Nanggerang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan bahasa dan budaya daerah di lingkungan sekolah dasar.
Melalui kompetisi yang melibatkan puluhan hingga ratusan peserta didik ini, sekolah tidak hanya mendorong lahirnya siswa berprestasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa bahasa Sunda merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat.
Dengan terpilihnya para juara untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat Kota Sukabumi, Kecamatan Lembursitu diharapkan mampu mengirimkan perwakilan terbaik yang dapat bersaing secara maksimal dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat yang lebih tinggi.
Iis rusmiati
Komentar
Posting Komentar