TAMBUN SELATAN, InteraksiNews.com – Pemerintah Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan fasilitas yang lebih memadai. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Gedung Posyandu Bunga Rampai RW 015 pada Sabtu (17/10/2026).
Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Desa Mangunjaya, Dr. Taufik Hidayat, ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan untaian bunga. Kegiatan yang berlangsung di halaman gedung posyandu tersebut dihadiri Ketua BPD Mangunjaya Panut Kuswanto beserta jajaran, Ketua RW 015 Karja, Kepala Dusun 2 Romli, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT, kader TP-PKK, kader posyandu, perwakilan Puskesmas Mangunjaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Ketua RW 015, Karja, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan gedung yang selama ini menjadi harapan warga. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi kado berharga bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pelayanan posyandu di lingkungan RW 015.
Ia menjelaskan, sejak 2025 kegiatan posyandu dilaksanakan dengan menumpang di gedung yang sama dengan kantor RW. Meski keterbatasan tempat tidak menyurutkan antusiasme warga untuk mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan, kebutuhan akan gedung tersendiri tetap menjadi perhatian pengurus lingkungan.
“Berkat usaha dan doa bersama, kami mengajukan proposal pembangunan pada 2024. Alhamdulillah, pada 2026 pembangunan akhirnya terealisasi. Proses pengerjaannya berlangsung sekitar 14 hari. Walaupun sederhana dan dikerjakan dalam waktu relatif singkat, akhirnya Posyandu Bunga Rampai RW 015 memiliki gedung sendiri,” ujar Karja.
Sementara itu, Sekretaris Desa Mangunjaya, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa pembangunan gedung Posyandu Bunga Rampai bersumber dari alokasi APBDes Tahun Anggaran 2026. Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat dua gedung posyandu yang telah direalisasikan dan diresmikan, yakni di RW 024 dan RW 015.
Menurut Taufik, pemerintah desa akan terus berupaya memprioritaskan pembangunan fasilitas pelayanan masyarakat, termasuk posyandu, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang tersedia. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi agar program pembangunan desa dapat berjalan optimal.
“Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan nasional, termasuk upaya pencegahan dan penanganan stunting. Karena itu, pemerintah desa mendukung penguatan fungsi posyandu melalui pemanfaatan anggaran sesuai APBDes yang tersedia,” tuturnya.
Selain pembangunan sarana fisik, Taufik mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Mangunjaya memberikan anggaran sebesar Rp500.000 per bulan kepada masing-masing posyandu di wilayahnya. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT), termasuk bagi balita dan lansia, serta menunjang kegiatan pelayanan posyandu lainnya.
Ia berharap, keberadaan gedung baru dapat meningkatkan motivasi para kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan lansia. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai program kesehatan di lingkungan RW 015.
“Dengan adanya gedung ini, kami berharap para kader semakin bersemangat dan mampu memaksimalkan sarana yang tersedia. Tujuannya agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik, sejalan dengan semangat mewujudkan masyarakat sehat dan Mangunjaya hebat,” kata Taufik.
Perwakilan Puskesmas Mangunjaya, Aisyah, S.M., turut menyambut baik hadirnya gedung baru tersebut. Ia berharap fasilitas itu dapat mendorong para kader semakin aktif sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Semoga posyandu ini bermanfaat untuk pelayanan balita, lansia, ibu hamil, maupun konsultasi kesehatan sehingga masyarakat merasa lebih nyaman. Ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat,” ujar Aisyah.
Apresiasi juga disampaikan Ketua BPD Mangunjaya, Panut Kuswanto. Ia menilai pembangunan gedung tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat, meskipun anggaran desa memiliki keterbatasan.
Panut mengingatkan agar seluruh warga dan pemangku kepentingan, termasuk para ketua RT, bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Membangun memang bisa dilakukan, tetapi merawatnya membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, mari kita jaga gedung posyandu ini karena merupakan fasilitas milik bersama yang manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat,” pesannya.
Dengan diresmikannya Gedung Posyandu Bunga Rampai RW 015, masyarakat Mangunjaya diharapkan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih nyaman dan memadai. Sinergi antara pemerintah desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga.
(Hutagaol/InteraksiNews.com)
Komentar
Posting Komentar