BANDUNG - interaksinews.com - Gubernur Jawa Barat menyoroti serius aksi perusakan kebun teh yang terjadi di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Ia meminta Polda Jawa Barat bergerak cepat memburu dan menangkap kelompok yang diduga menjadi pelaku perusakan lahan perkebunan tersebut.
Perusakan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir itu menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan perkebunan serta mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan wisata perkebunan di Pangalengan. Selain merusak tanaman teh produktif, para pelaku disebut melakukan penguasaan lahan secara ilegal.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan mentolerir tindakan anarkistis ataupun upaya merusak aset perkebunan yang telah menjadi bagian penting bagi perekonomian daerah. “Ini harus diusut tuntas. Saya minta Polda Jabar segera menangkap kelompok yang terlibat dalam perusakan di Pangalengan. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan dinas terkait berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk mengamankan lahan-lahan yang menjadi objek sengketa dan memastikan aktivitas perkebunan kembali berjalan normal.
Sementara itu, Polda Jabar menyatakan telah membentuk tim khusus untuk mendalami laporan perusakan dan penguasaan lahan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi, termasuk pekerja kebun dan warga sekitar, guna mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Pemprov Jabar mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan seluruh proses penanganan hukum kepada aparat. Pemerintah memastikan komitmennya menjaga keberlangsungan industri perkebunan yang telah lama menjadi kekuatan ekonomi Pangalengan.***

Komentar
Posting Komentar