LSM Berantas dan FRIC Soroti Minimnya Transparansi Proyek Migas PT CNG dan PT ENECAL Indonesia: Ada Apa di Betara?

BETARA, TANJAB BARATB  -  Interaksnews.com  -  Aktivitas proyek migas yang melibatkan PT. Citra Nusantara Gemilang (CNG) dan PT. ENECAL Indonesia di Desa Mendala Jaya Kecamatan Betara kembali menuai sorotan. Dua organisasi pemantau publik, LSM Berantas dan Fast Respon Indonesia Center (FRIC), menyatakan bahwa informasi mengenai kegiatan pengeboran masih belum tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Sinyal Keresahan Warga Mulai Muncul

Sejumlah warga Mandala Jaya melaporkan aktivitas alat berat dan pembukaan lahan tanpa penjelasan detail dari perusahaan ataupun pemerintah desa. Meski belum terbukti ada pelanggaran, situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai prosedur komunikasi publik yang dijalankan dua perusahaan tersebut.

Ketua LSM Berantas, menyebut pihaknya menerima beberapa laporan masyarakat terkait kurangnya sosialisasi.

“Kami tidak menuduh. Namun dalam proyek migas, standar keterbukaan itu wajib. Ketika warga mulai bertanya-tanya, itu berarti ada celah informasi yang tidak tertutup,” ujarnya.

FRIC: Jangan Ada Informasi yang Digelapkan

Ketua Satgas FRIC,  mengatakan bahwa proyek migas adalah kegiatan berisiko tinggi sehingga masyarakat berhak mengetahui setiap tahap operasional.

“Kita minta PT CNG dan PT ENECAL membuka dokumen izin, jadwal kegiatan, serta potensi dampaknya. Transparansi justru mengurangi konflik,” katanya.

Fahmi juga menegaskan bahwa FRIC akan mengirimkan surat resmi kepada SKK Migas untuk meminta verifikasi mengenai legalitas dan rencana kerja perusahaan di kawasan tersebut.

Pengawasan Publik Semakin Ketat

Kedua LSM itu menilai, jika tidak segera ada klarifikasi dari pihak perusahaan dan dinas terkait, dikhawatirkan isu liar dapat berkembang dan menimbulkan konflik sosial.

“Ini bukan soal pro atau kontra investasi. Ini soal memastikan kegiatan migas berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan warga,” tambah Fahmi, Sabtu (29/11/25)

Kepala Departemen Formalitas dan komunikasi SKK Migas  Sumbagsel Safei Syafri, Ketika di Konfirmasi lewat Via WhatsApp mengatakan "Saya Masih menunggu jawaban dari pihak KKKC CNG, "Ujar nya.

Menunggu Respons Resmi

Hingga artikel investigatif ini diterbitkan, pihak manajemen PT. CNG, PT. ENECAL Indonesia, dan SKK Migas Sumbagsel belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih terus melakukan upaya konfirmasi.

(Tim)


Komentar